Saturday, September 5, 2009

Sayidatina Fatima r.a (part2)

Pada suatu hari, ketika ia sedang tekun bekerja di sisi batu pengisar gandum, Rasulullah datang berkunjung ke rumahnya. Sayidatina Fatimah yang amat keletihan ketika itu lalu menceritakan kesusahan hidupnya itu kepada Rasulullah s.a.w . Betapa dirinya sangat letih bekerja, mengangkat air , memasak serta merawat anak-anak. Ia berharap agar Rasulullah dapat menyampaikan kepada Sayidina Ali, Kalau boleh diediakan untuknya seorang pembantu rumah. Rasulullah s.a.w merasa terharu terhadap penanggungan anaknya itu.
Namun baginda amat tahu, sesungguhnya Allah memang menghendaki kesusahan bagi hamba-Nya sewaktu didunia untuk memberi kesenangan di akhirat. Mereka yang rela bersusah payah dengan ujian di dunia demi mengharapkan keredaan-Nya, mereka inilah yang mendapat tempat di sisi-Nya. Lalu dipujuknya Fatimah r.a. sambil memberikan harapan dengan janji-janji Allah . Baginda mengajarkan zikir, tahmid dan tadbir yang apabila diamalkan, segala penanggungan dan bebanan hidup akan terasa ringan.
Ketaatannya kepada Sayidina Ali menyebabkan Allah s.w.t mengangkat darjatnya. Sayidatina Fatima tidak pernah mengeluh dengan kekurangan dan kemiskinan keluarga mereka. Tidak juga ia meminta-minta hingga menyusahkan suaminya.
Dalam pada itu, kemiskinan tidak menghalang Sayidatina Fatimah untuk selalu bersedekah. Ia tidak sanggup untuk kenyang sendiri apabila ada orang lain yang kelaparan. Ia tidak rela hidup senang dikala orang lain menderita.Bahkan ia tidak pernah membiarkan pengemis melangkah dari pintu rumahnya tanpa memberikan sesuatu meskipun dirinya sendiri sering kelaparan. Memang sepadan sekali dengan pasangannya Sayidina Ali ini kerana Sayidina Ali terkenal dengan kemurahan hatinya hingga digelar sebagai "Bapa bagi janda dan anak yatim di Madinah.

Bersambung... part3 (akhir)

No comments: